Bukit Cinta, Riwayatmu Kini

Bukit Cinta merupakan salah satu kawasan di tepi danau Rawa Pening yang menyajikan pemandangan alam yang cukup indah. Obyek wisata ini pernah menjadi tujuan wisata unggulan pada dua dekade yang lalu. Kejayaan obyek wisata Bukit Cinta telah lewat dan saat ini jumlah pengunjung menurun dari tahun ke tahun. Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah kurang terawatnya kawasan wisata Bukit Cinta.

Bukit Cinta terletak di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Bukit Cinta merupakan sebuah bukit kecil yang terletak di pinggir Danau Rawa Pening. Sesuai dengan namanya, zaman dahulu merupakan tempat memadu kasih pengantin baru.

Gapura Obyek Wisata Bukit Cinta

Lokasi Bukit Cinta berada di sisi sebelah barat daya kawasan danau Rawa Pening. Rute mudahnya dengan melewati jalan beraspal kecil dari Jalan Lingkar Ambarawa atau jalan tembus dari Jalan Raya Salatiga-Ambarawa. Akses jalan menuju ke obyek wisata Bukit Cinta masih berupa jalan pedesaan yang sempit dan terdapat beberapa lubang di beberapa titik.

Pintu masuk kawasan wisata Bukit Cinta ditandai dengan sebuah gapura sederhana dan terdapat patung ganesha di depan kedua tiang penyangga. Dari gapura masuk tersebut, pengunjung ditarik retribusi masuk dan dipersilakan memarkir kendaraan di area yang telah disediakan. Pengunjung diharapkan mengamankan barangnya sendiri di kendaraan karena barang yang hilang bukan tanggung jawab pengelola obyek wisata.

Sejarah Bukit Cinta berasal dari sebuah tempat tinggi yang dimanfaatkan oleh Pemerintahan Kolonial Belanda sebagai Gardu Pemantau Pertumbuhan Enceng Gondog yang menyebar di Rawa Pening. Tujuan pembangunannya untuk mengendalikan pertumbuhan enceng gundog karena adanya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik kolonial Belanda yang dikembangkan di Rawa Pening. Pada tahun 1975, Gardu Pemantau Pertumbuhan Enceng Gondog ini diubah oleh pemerintah daerah kabupaten Ungaran (Semarang) menjadi Gardu Pemandangan Alam Rawa Pening. Pada tahun 1983, tempat tersebut mulai dikenal masyarakat luas dan berganti nama menjadi Bukit Cinta.

Area Taman dan Patung Naga di Bukit Cinta

Disekeliling area parkir Bukit Cinta berderet bangunan permanen berbentuk kios yang menjual beraneka macam kerajinan khas ambarawa, makanan, dan minuman. Kerajinan khas Ambarawa yang terkenal ada kerajinan dari enceng gondog mulai dari bermacam-macam bentuk tas, vas bunga, tempat tisu, kursi, hiasan dinding, dan masih banyak lagi. Warung makan yang ada disekitar area parkir Bukit Cinta menyajikan hidangan masakan air tawar.

Saat berjalan menuju ke tepi Rawa Pening, pengunjung disambut dengan patung raksasa berbentuk naga raksasa. Sebagian besar pengunjung baru mengetahui saat membaca informasi bahwa patung tersebut sebenarnya patung ular raksasa yang menjadi legenda terbentuknya Rawa Pening yaitu ular Baruklinting (Baru Klinting). Patung ular raksasa tersebut terdapat rongga yang berisi sebuah ruangan. Ruangan tersebut isinya berupa koleksi hewan-hewan reptil dan ikan yang dimasukkan ke dalam aquarium. Sepertinya menarik namun sayang kondisinya terlihat kurang terawat dan kotor banyak sampah berserakan. Hal ini menjadikan alasan pengunjung malas memasuki atau berkunjung ke ruangan koleksi hewan reptil dan ikan hias ini.

Pesatnya pertumbuhan enceng gondok akibat pencemaran air yang terjadi di Rawa Pening. Air danau yang tercemar sabun dan limbah industri dapat memacu enceng gondok untuk tumbuh dengan cepat. Usaha pembersihan enceng gondog di Rawa Pening sepertinya gagal karena pertumbuhan lebih cepat daripada usaha pembersihannya.

Pemandangan Rawa Pening Dari Bukit Cinta

Saat menaiki sebuah bukit kecil, pengunjung Bukit Cinta disambut dengan banyaknya pohon besar yang tumbuh disekitarnya. Pada kondisi panas terik, berada di bawah pohon besar terasa teduh, sejuk, dan nyaman. Namun rasa nyaman tidak berlangsung lama karena dibagian akar pohon besar banyak ditemukan sampah yang berserakan dan tidak dibersihkan. Beberapa fasilitas pendukung seperti tempat duduk, permainan anak, dan gazebo mengalami kerusakan dan belum diperbaiki.

Pemandangan Rawa Pening dari tepi Bukit Cinta tidak terlalu menarik. Tanaman enceng gondok hampir memenuhi kawasan Rawa Pening disekitar Bukit Cinta. Lebatnya tanaman enceng gondog di tepi danau membuat perahu dan rakit hanya dibiarkan bersandar di dermaga kecil. Sebuah perahu yang disewa oleh pengunjung Bukit Cinta tampak kesulitan menuju ke tengah Rawa Pening saat melewati lebatnya enceng gondok.

Dermaga Perahu Bukit Cinta

Bagi sebagian orang yang pernah berkunjung ke Bukit Cinta menganggap bahwa obyek wisata tersebut kehilangan daya tariknya dan mereka malas untuk berkunjung kembali. Wisata alam dan hiburan air yang dahulu sempat menjadi daya tarik utama wisata Rawa Pening di Bukit Cinta telah lenyap dan tidak menarik lagi. Saat ini sebagian besar pengunjung atau wisatawan lebih memilih Kampoeng Rawa Ambarawa yang aksesnya cukup dekat dari kota Ambarawa. Kampoeng Rawa Ambarawa merupakan kawasan wisata baru di tepi Rawa Pening yang tertata rapi, berfasilitas lengkap, dan terawat dengan baik.

Masalah sampah, enceng gondog, dan pengelolaan obyek wisata sepertinya menjadi masalah utama pada pengembangan wisata Bukit Cinta. Banyaknya pungutan liar (pungli) disekitar Bukit Cinta memperburuk citra obyek wisata. Bila dibiarkan lebih lanjut dikhawatirkan obyek wisata Bukit Cinta sepi pengunjung dan terancam ditutup. Cukup disayangkan apabila obyek wisata Bukit Cinta terbengkalai padahal banyak kisah sejarah Rawa Pening dari tempat ini. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share
INFORMASI
Wisata Alam Bukit Cinta
Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Tiket Masuk
Dewasa : Rp 6.000,-

Ada 46 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Andy MSE:

    kuwi panggonan pacaran…
    dulu juga tempat favoritku mancing wader ijo…

  2. rudis:

    disitu memang asyik tapi sanyangnya banyak orang lagi pacaran

  3. aRuL:

    kapan sy diajak ke sana?
    ngak sekalian ke sby, dieksplore wisata di sana :D hehe

  4. yangputri:

    namanya juga bukit cinta pastinya banyak orang yang pacaran :-D

  5. iLLa:

    sepertinya tempat yg asik buwat bulan madu, hihi..
    makanya pacarannya setelah nikah aja :)

  6. mawi wijna:

    dirimu bercintanya di bukit atau di rawa No? :p

    • annosmile:

      aku gak seperti itu :P
      disana cuma survei :D

  7. dhodie:

    Itu rawa koq malah jadi kelihatan seperti sawah yak? :-D

    Oiya, kenapa namanya Bukit Cinta? Ada sejarahnya kah? :-)

  8. soewoeng:

    lha jaman diriku sd bukit cinta emang moi bos… semua pergi ke bukit cinta
    ke rowo pening juga
    sekarang kurang gaungnya gara gara enceng goondok

  9. alief:

    aku jomblo e…, entuk mrono gak yo???

  10. big sugeng:

    Bukit berbunga atau bukit bercinta
    cocoknya buat ngusir orang pacaran?

  11. jejak annas:

    sayang nama indah bukti cinta tak sebesar cinta yang dimiliki ownernya. jadi weh bangkrut kitu nya? sayang pisan eung

  12. anas:

    wah namanya itu lho, Bukit cinta…romantis banget..hehehe

    apakabar bro??? gw ama temen2 mau ke tana toraja bulan maret…

  13. Alfaro Lamablawa:

    kalo ga salah di arab juga ada bukit cinta, tempat pertemuan Nabi Muhammad dan istrinya.

  14. hamka:

    bukit cinta buat bercinta.. tapi sayang, saiki wes jomblo meneh. nek ora jomblo ngono tak anyangi rono, cedak we kok mung banyubiru.. *** matih konangan ngopo meh rono nek karo pacar wakakakakaka… ora denggggggggg…. mung pengen turing turing e :D

  15. zee:

    Eceng gondok memang susah diberantas. Jadi memang harus rajin setiap bbrp waktu dibersihkan, dia kan kayak rumput, dipotong ya tumbuh lagi.

  16. Adrie:

    Selain ada “bukit berbunga”, ternyata ada “bukit cinta”, trus bagaimana dengan “bukit kembar”..? Wakakakka

  17. nahdhi:

    Saya baru sekali kesana itupun pas piknik jaman SD. Saya masih inget kalo disana banyak orang mancing di rawa-rawa-nya Rawa Pening….

  18. mandor tempe:

    Senang sekali bisa jalan-jalan menikmati indahnya bukit cinta.

  19. dafhy:

    sayang kalau wisata-wisata itu akan hilang karena tidak di rawat

  20. yudi:

    mengenai penamaan tempat, ko aku lebih suka kalo objek2 wisata tu dinamai dengan nama2 klasik khas indonesia gitu yah :D

  21. oelil:

    sudah jadi kebiasaankah kurangnya pemeliharaan di berbagai t4 umum ya….
    wah nelonso tenan to yo…

  22. buwel:

    Duh, sayang ya… Moga bisa dikelola dengan baik lagi…

  23. endar:

    seneng tenan jalan jalan terus.
    jenenge kok bukit cinta… nama yang aneh

  24. Irfan:

    bukit cinta? tempat bercinta kah?hhee…
    *lucunamanya.

  25. gajah_pesing:

    uapik sajak’e

  26. PRof:

    nek mrono arep nggowo kamera aku, ben iso nge-sut wong2 sing lagi pacaran

  27. thepenks:

    maklum kalau disebut sebagai tempat pacaran, karena namanya ja sudah bukit cinta…

  28. tukangpoto:

    Idealnya semua tempat pariwisata di Indonesia setidaknya pernah kita kunjungi agar bisa merasakan bahwa Indonesia kita itu ‘kaya’.

  29. Setiawan DirgantaRa:

    Sayang sekali, kalau obyek wisata yang begitu indah, tidak mendapat perhatian dari instansi terkait.

  30. Mamah Aline:

    kayak di waduk saguling tuh, danau indahnya tertutup enceng gondok jadi mengurangi keindahannya

  31. Abula:

    Di tempat saya pun ada nama tempat wisata yang benama Bukit Cinta nama lainnya juga adalah Bukit Bintang, dan sampai saat ini masih asyik saja untuk dikunjungi…

  32. attayaya:

    rawa itu bisa hilang kalo dibiarkan ditumbuhi enceng gondok yang mbikin gondok ati

  33. Mendaki Tingkatan Candi Gedongsongo | TeamTouring:

    […] Terakhir yudhi: makasih udah berkunjung ke blog saya…attayaya: rawa itu bisa hilang kalo dibiarkan ditu…wongcerbon: wah pengen deh ke situ kalo […]

  34. ciwir:

    kowe pacaran opo ngincwng wong mbojo
    wahahah

  35. wi3nd:

    nama rawa penin9 sepertina suda nda asin9 ditelin9aku..

    waah,,sayan9 yah,encen9 9ondoknya harus diberantas..

  36. HAPIA Mesir:

    iya ni bukit cinta terancam. deket rumah pamanq. n daerah tempat q maen..

  37. munir ardi:

    hanya bisa miris XD kalau tempat seindah itu jadi terbengkalai

  38. moses:

    numpang nanya dong, kalo sentra kerajinan di ambarawa ada gak?

  39. anny:

    tempat suamiku alih profesi / mutasi lintas dinas setiap hari minggu….
    dari dinas pendidikan kota salatiga ke dinas perikanan kabupaten semarang…
    sengit aku d tinggal mancing wae….:(

  40. pak made:

    bukit cinta kurang ditata, harusnya ditata biar kayak taman nya di The Grand Canaria Resort..

  41. Sumurup, Sisi Lain Melihat Keindahan Rawa Pening | TeamTouring:

    […] dan semakin lama semakin berkurang. Kondisi ini cukup berbeda dengan Rawa Pening yang berada di Bukit Cinta dimana hampir semua kawasan dipenuhi tanaman Enceng […]

  42. Enceng Gondok dan Rawa Pening | TeamTouring:

    […] kemudian dibawa ke kawasan Banyubiru untuk didistribusikan ke sentra kerajinan yang berada di dekat Bukit Cinta dan ke luar daerah seperti Yogyakarta. Biasanya eceng gondok dibuat untuk menjadi aneka tas, […]

  43. Kampoeng Rawa, Wisata Rekreasi Keluarga Di Ambarawa | TeamTouring:

    […] perahu mesin. Meskipun sudah banyak ditemukan di beberapa obyek wisata di tepi Rawa Pening seperti Bukit Cinta dan Sumurup, wisata keliling Rawa Pening ini masih cukup favorit di kalangan wisatawan. Tidak heran […]

Kirim pendapat