Asal-Usul Upacara Bekakak

This item was filled under [ Cerita Rakyat ]

Dikisahkan 250 tahun yang lalu ada sepasang suami-istri yang merupakan abdi dhalem setia Kraton pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I (Pangeran Mangkubumi) bernama Kyai Wirasuta dan Nyi Wirasuta (jawa:wirosuto). Sultan Hamengku Buwono I bermaksud mendirikan sebuah istana (Kraton) sebagai kediaman kerajaannya. Sembari menunggu pembangunan selesai, Sultan memilih beristirahat sejenak di sebuah pasanggrahan yang terletak di Desa Ambarketawang yang pada waktu itu sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian dengan menambang batu gamping.

Ki Wirosuta dan Nyai Wirosuta bersama-sama dengan penduduk setempat menggali batu kapur yang digunakan untuk membangun Keraton Yogyakarta. Malapetaka tak diduga terjadi, pada Jumat Kliwon bulan Sapar, Gunung Gamping runtuh dan menewaskan kedua abdi dhalem tersebut. Anehnya, jasad mereka tidak ditemukan hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Ambarketawang, Gamping diresahkan dengan musibah serupa yang terjadi tiap bulan Sapar. Masyarakat setempat meyakini arwah Kyai dan Nyi Wirasuta masih menempati Gunung Gamping.

Melihat banyaknya korban yang berjatuhan, termasuk abdi dalem kesayangannya, Sultan HB I pun bertapa di kawasan Gunung Gamping untuk mencari petunjuk supaya masalah itu dapat teratasi. Dalam tapanya, Sultan mendapat wisik dari Setan Bekasakan penunggu Gunung Gamping. Berhubung warga selalu menggali kapur di tempat itu, sebagai gantinya setan-setan penunggu meminta sepasang pengantin untuk dikorbankan di tempat itu. Jika hal tersebut tidak dilaksanakan maka para penggali kuburlah yang akan jadi tumbalnya.

Sultan pun mengiyakan permintaan para penunggu Gunung Gamping. Namun, beliau melakukannya dengan sebuah tipu muslihat. Pengantin yang dikorbankan bukanlah pengantin sungguhan, melainkan boneka berbentuk pasangan pengantin bekakak yang terbuat dari tepung ketan dan sirup gula merah. Pasangan pengantin bekakak tersebut kemudian dikorbankan di Gunung Gamping. Ternyata tipuan itu berhasil. Sejak saat itu tradisi pengorbanan pengantin bekakak menjadi ritual yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Desa Ambarketawang.

Meskipun saat ini penduduk Gamping tidak lagi berprofesi sebagai penggali batu kapur, ritual ini masih tetap dilaksanakan. Sebagian besar warga juga masih meyakini bahwa penyembelihan sepasang pengantin bekakak akan membuat mereka terhindar dari gangguan setan Bekasakan. Ritual adat Saparan Bekakak ini selalu digelar pada hari Jumat, antara tanggal 10 hingga 20 dalam bulan Sapar.


Incoming search terms for the article:

    bekakak asal mula upacara bekakak upacara adat bekakak sejarah bekakak asal usul upacara bekakak CERITA BEKAKAK asal usul bekakak asal usul tentang bekakak bekakak gamping cerita rakyat bekakak sejarah saparan bekakak kyai wirasuta upcara bekakak upacara bekakak asal usul cerita rakyat bekakak asal mula upacara bendera upacara adat saparan bekakak upacara adat jawa bekakak asal mulsa upacara bekakak tradisi bekakak sejarah upacara bekakak sejarah upacara cerita asal mula kaliurang asal usul upacara legenda bekakak awal mula saparan bekakak crito upacara adat bekakak cerita wirasuta cerita rakyat upacara bekakak bekaka bekkakak asal mula terjadinya desa kaliurang
Bookmark and Share
Popularity: 578 views

Artikel yang Berkaitan

  • Melihat Upacara Adat Saparan Bekakak (7)
    Nama upacara adat Saparan Bekakak memang sudah cukup terkenal di Yogyakarta. Upacara yang digelar setiap akhir bulan Sapar dalam penanggalan Jawa ini memang menarik minat...
  • Cagar Alam Gunung Gamping (11)
    Setelah mengikuti prosesi upacara tradisi adat Saparan Bekakak, saya masih penasaran dengan keberadaan Gunung Gamping yang digunakan sebagai tempat penyembelihan boneka s...
  • Curug Gedhe Lemah Abang (2)
    Berkunjung ke kawasan air terjun Lemah Abang yang terdapat beberapa bagian air terjun yang memiliki nama sendiri-sendiri, sebaiknya tidak melupakan sebuah air terjun yang...
  • Candi Gebang (7)
    Nama Candi Gebang memang erat dengan nama kawasan perumahan yang terletak di daerah Condongcatur. Namun kenyataannya Candi Gebang benar-benar ada dan merupakan candi peni...
  • Menengok Upacara Adat Bathok Bolu Alas Ketonggo (2)
    Ini kali pertama saya melihat prosesi upacara adat Batok Bolu yang dilaksanakan di salah satu desa di wilayah Kabupaten Sleman. Prosesi upacara adat ini berlangsung dimal...
  • Jembatan Plunyon Kalikuning setelah Erupsi Merapi (1)
    Disebuah lereng Gunung Merapi terdapat sebuah kawasan lain yang tidak kalah dengan Kaliurang. Namun kawasan ini telah hilang ditelan erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang ...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Comments on “Asal-Usul Upacara Bekakak”

  • marsudiyanto
    16 January, 2012, 9:08

    Kalau asal usul upacara bendera gimana ya?

  • soewoeng
    19 January, 2012, 10:19

    ternyata pangantan tha?

Trackbacks

  1. Melihat Upacara Adat Saparan Bekakak | TeamTouring
  2. Cagar Alam Gunung Gamping | TeamTouring

Leave a Comment