Andai Aku Memelihara Babi

This item was filled under [ Agrowisata ]

Di ujung Dusun Pesaren terdapat seseorang yang mengusahakan peternakan babi skala rakyat. Populasi yang diternakkan tidak terlalu besar, hanya berpuluh-puluh ekor. Namun menurut warga disini jumlah tersebut cukup besar diantara penduduk lain yang juga memelihara ternak babi.

Babi yang dikenal sekarang diturunkan dari dua jenis babi liar yaitu Sus scrofaferus yang menurunkan babi Eropa dan Sus vittatus yang menurunkan babi Asia. Di samping kedua jenis babi liar ini, masih terdapat lagi babi liar lain yang sampai kini tidak pernah mengalami domestikasi (Sosroamidjojo,1981).

Tidak seperti ditempat lain melihat babi dalam kondisi terkurung dalam kandang. Di Dusun Pesaren ini sebagian besar ternak babi dilepas secara bebas dan bebas berkeliaran di jalan-jalan dan di halaman rumah. Saat kami mengunjungi peternak ini, terlihat babinya berkeliaran di bawah pohon yang rindang. Sesaat, saya terkaget karena dibelakang saya seekor babi mendekati kaki saya.

Babi memang menjadi salah satu jenis hewan ternak yang dipelihara warga Dusun Pesaren selain memelihara Ayam. Di desa ini saya tidak menemukan ternak lain selain babi dan ayam. Cukup wajar mengingat kebutuhan daging babi di daerah ini cukup tinggi karena daerah ini didominasi warga keturunan China dan tidak beragama Islam.

Sempat saya berpikir, apakah babi yang bebas berkeliaran itu tidak mengganggu tetangga atau penduduk yang lain? Setelah saya tanyakan keberadaan babi yang berkeliaran itu tidak dipermasalahkan penduduk sekitar. Justru semua warga yang memelihara babi membiarkan babi peliharaannya berkeliaran bebas di sekitar rumahnya tanpa diberi pagar.

Cara pemeliharaan babi di Dusun Pesaren memang terlihat cukup sederhana. Mereka hanya sekedar memberi makan dan menjualnya ketika babi-babi tersebut telah besar. Para peternak babi belum mengetahui cara-cara memelihara bab yang intensif dimana harus memberikan perawatan yang khusus kepada babi seperti pemberian obat dan vitamin, pemotongan gigi, penyapihan, ataupun kastrasi.

Ternak babi walaupun menjijikkan dan najis ini memiliki keunggulan yakni setiap kali beranak jumlahnya lebih dari 10 dan dalam setahun bisa dua kali beranak. Pertumbuhannya relatif lebih cepat dibandingkan ternak yang lain. Selain itu segala sesuatu yang ada ditubuhnya bisa dimanfaatkan mulai dagingnya hingga kotorannya.

Babi di Dusun Pesaren suka bermalas-malasan di bawah pohon dan berkubang di rawa-rawa. Kondisi babi di tempat ini tidak berbeda jauh dengan babi-babi yang diternakkan di daerah lain. Sifat-sifat buruk babi tersebut menjadikan salah satu alasan mengapa di dalam agama Islam babi diharamkan untuk dimakan. Dalam Al Quran pada surat QS. Al Baqoroh (2) : 173, QS. Al Maa’idah (5) : 3, QS. Al An ‘Aam (6) : 145, QS. An Nahl (16) : 115 telah jelas disebutkan.

Daging babi sebagai sumber protein hewani dan bahan pengemusi berupa lesitin dalam pengolahan makanan. Lemak babi sebagai bahan tambahan dan penyedap makanan. Tulang babi sebagai souvenir kerajinan (misal: Souvenir tulang babi di Pulau Bali), arang babi sebagai fiter air mineral dalam industri makanan dan minuman, dalam industri obat, gelatin babi sebagai pembungkus obat. Kulit babi sebagai kerajinan dompet, tas, dan sebagainya. Kotoran babi telah digunakan sebagai pupuk pohon apel dan sayur-sayuran.

Namun dibalik pengharaman tersebut, babi memiliki potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk berbagai hal. Orang tidak akan menyangka bahwa seluruh bagian dari babi meliputi daging, lemak, kulit, tulang, dan kotorannya telah dimanfaatkan untuk industri dan pertanian. Tinggal bagaimana bila kita sebagai umat muslim menyikapi peredaran babi di negeri ini. (text/foto: annosmile)


Incoming search terms for the article:

    babi bali termasuk jenis Beternak babi jenis jenis hewan babi peternak babi disurabaya
-----------
Bookmark and Share
Popularity: 27,446 views

Artikel yang Berkaitan

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

46 Comments on “Andai Aku Memelihara Babi”

  • Dony Alfan
    12 September, 2009, 2:27

    Jirut, babine uasyu tenan! Bentuke beda dibanding babi di jawa

  • geblek
    12 September, 2009, 5:09

    seumur umur belum pernah lihat kandang babi kayak apaan :)

  • blontank poer
    12 September, 2009, 5:38

    kalau Dony dibikin segemuk itu, apa perutnya juga belang, ya?
    sip. aku suka dengan posting ini…

  • Goen
    12 September, 2009, 6:11

    Keren.

    Memang kedian babi, sering dijadikan lambang “haram”, dan namanya dijadikan pisuhan bagi manusia.

    *ntar malam makan sate babi so ise di deket MM Jakal ahhh*

  • mudz069
    12 September, 2009, 6:11

    Lihat babinya weh jan sueger tenan.
    Mungkin laik kali enaknya dikawin silang sama kambing biar kadar keharamannya berkurang…………

  • mawi wijna
    12 September, 2009, 8:15

    Hiyaaaaaaaa! Itu bentuk babi bangka??? Kok ndak mirip kayak Babi-babi yang ada di kartun2…Tapi itu babi lokal kan, mantap juga hitam, gemuk, dan…tetep saja itu babi…hiks…

  • butway
    12 September, 2009, 11:44

    babinya gemuk2.. di kawin silang saja sama babi lokal. biar indo anaknya, :D

  • rental mobil di surabaya
    12 September, 2009, 11:50

    diliat dari segi ekonomi, babi sangat menguntungkan dikarenakan sekali beranak memiliki banyak anak. untung besar neh kalau aku jadi pengusaha peternakan babi.

  • Pencerah
    12 September, 2009, 12:15

    Ada yg jual susu babi liar gak ya?

  • Pencerah
    12 September, 2009, 12:17

    Tambahan: ternyata babinya montok2

  • iephe
    12 September, 2009, 13:44

    paling ngeri liat babi beneran, tapi klu bonekanya kuk lucu ya… hehe…

  • heru
    12 September, 2009, 15:16

    ada yg jual babi goreng tepung ngak :D

    canda :D

  • marsudiyanto
    12 September, 2009, 18:49

    BABIBU….
    Babine babu!

    Kuwi nggo narik grobag kuat po ora yo?

  • yosbeda
    12 September, 2009, 22:04

    satu kata yg terlintas setelah melihat gambar2 diatas… “nggilani”..

  • ciwir
    12 September, 2009, 22:11

    edian lemu2 tenan
    didu karo plendus lemu endi ya
    wahahahah

  • Ekosulistio
    13 September, 2009, 3:14

    Apapun manfaat babi, kl diharamkan agama, tetap aj haram.. :)

  • ADAbisnis
    13 September, 2009, 8:27

    Masih enakan daging sapi kok :D

  • herdianto
    13 September, 2009, 9:49

    sekali HARAM tetaplah HARAM…

  • suryaden
    13 September, 2009, 16:44

    bedane karo celeng apa ya

  • sawali tuhusetya
    13 September, 2009, 18:06

    saya pernah mengalami trauma dengan bau babi, mas anno ketika ada juragan babi yang bikin peternakan di sebelah kampung. berhari-hari ndak selera makan, haks.

  • neilhoja
    13 September, 2009, 20:09

    htheehehe… teettp ga selera mas.. mending wedus aja deh

  • Zulhaq
    13 September, 2009, 21:54

    di hutan sini, buanyak banget babinya. pernah di kejar pas malam malam
    kalo di kandangin, gka muat deh kayaknya he2

  • quinie
    14 September, 2009, 0:51

    ya ampyunn ternyata babi dalam kehidupannya ga secantik yang di kartun2 ya? warna pinky gitu?!
    pakabar no? kemana ajah?

  • pakacil
    14 September, 2009, 1:18

    saya tertarik dengan kalimat ini: “arang babi sebagai fiter air mineral”
    apa maksudnya untuk membuat air mineral berbagai merk yg bebas dijual di negeri ini? atau?

  • racheedus
    14 September, 2009, 7:46

    Setiap yang diharamkan pasti ada manfaat di samping mudharatnya. Namun, Tuhan lebih tahu, unsur mudharatnya lebih banyak sehingga diharamkan. Hal itulah yang terjadi pada kasus pengharaman babi dan miras.

  • tuyi
    14 September, 2009, 9:49

    sekalipun babi banyak manfaatnya tetap saja haram mas…

  • kucingkeren
    14 September, 2009, 15:14

    flu nya itu lho….

  • wellsen
    14 September, 2009, 16:55

    Lucu babinya :)
    ..asal jangan flu babi aja.. hahaha

  • Wongndeso
    14 September, 2009, 20:55

    Yang aku tahu babi itu warnanya putih kemerahan gitu … ini kok ada hitamnya … silang ama celeng ya … Mas. Hati-hati Mas … pulang dari kampung babi harus mandi keramas … loh !!!! heee heee eheee

  • cenya95
    15 September, 2009, 6:28

    mampir kepertenakan b4b1… cuma mo bilang
    mohon maaf lahir dan bathin, selamat idul fitri 1430 Hijriah.
    salam untuk keluarga.

  • antokoe
    16 September, 2009, 0:15

    info yang mencerahkan….
    thanks.

  • anas
    16 September, 2009, 7:24

    jujur liat bentuk babi aja gw jijik.
    apalagi memakannya..
    Allah pasti punya alasan kuat kenapa babi di larang dimakan.
    ulasan yg bagus bro..
    libur lebaran kemana nih?

  • erfin
    17 September, 2009, 10:47

    sebelumya, txs banget dah mau nulis artikel tentang pulau bangka…
    sebagai orang asli bangka (Belinyu) saya mau bilang kalo artikel tentang babi di pesaren belinyu itu memang benar adanya…
    memang hampir 90% babi dipesaren dibiarkan berkeliaran disekitar rumah pemiliknya (cina),kadang kalo lagi lewat naik motor,kita mesti hati-hati,kalo ga kita bisa nabrak (babi) karna mereka (babi) sering banget istirahat dipinggir/tengah jalan…

  • achmad sholeh
    17 September, 2009, 14:39

    ternyata banyak sekali manfaatnya ya mas tapi sebagai seorang Muslim kita yakin bahwa pengharaman babi pastilah ad rahasia di balik itu semua dan kita harus ber Khusnudzon kepada Allah, kita dilarang memakannya tapi tidak ada larangan memeliharanya kan

  • Panca
    17 September, 2009, 14:53

    apa memang ngga dilarang pelihara babi, ih klo jijik banget mas…

  • Zippy
    18 September, 2009, 9:14

    Duh, kalo saya gak niat bro melihara Babi, jijik, wkwkwkwkwk….
    Kalo makan sih lumayan lah, api masih suka mikir2, heheheheh…..

  • iskandar
    22 September, 2009, 21:20

    sekali haram tetap haram jangan kau mendekati yang haram walau sedikit

  • addiehf
    24 September, 2009, 14:26

    photo pertama:”hey jangan tiduran mulu, tuh liat ada yang datang!!!”
    photo kedua:”hello pig, gi ngapain neeh? kita main-main yuk!!!”
    photo ketiga:”hey temen-temen ada yang ngajak main neeh, barangkali aja ngajak pesta barbeqyu juga, yuk samperin yuk!!!!” nanti kalo beneran diajak pesta barbeqyu, kita jadiin dia keluarga en kita suruh netep disini!!”
    gak gak gak

  • manusia online
    29 September, 2009, 12:42

    pada tanggal 27 september, di sore hari … anak-anak pada liat BABI NGEPET di kampung aku … pada dikejar … tapi nggak kecekel … hanya dapat info dari pak lek aku … nggak ngerti kebenarannya … :D

  • soewoeng
    10 January, 2010, 16:49

    jualnya kemana broo? pasar tomohon?

  • intan rawit
    9 February, 2010, 6:51

    beda ya ma babi yang di china? hihhhh nggilani tenan, kalo di sini warnanya yang pink muda itu lho. Kalo saya mah dah biasa liat babi digantung, liat daging2nya di pasar. Dan semua orang yang saya kenal disini bilang kalo daging babi itu super lezat! Naudzubillahimindzalik! kok bisa2nya yah,,

  • mona
    1 October, 2010, 16:08

    jd ingat kmpung pesaren n pengen plg.,babi yg imout2.

  • pit Nyun
    1 October, 2010, 16:12

    bg yg naek motor ht2 aja krna babi itu suka tiba2 muncul ..^0^

  • gatot
    14 March, 2011, 12:58

    ko babinya belang

  • Ratnawati
    19 April, 2011, 13:55

    Daging babi tuh enak loh… apa lagi kalo dipanggang.. hmm wangi bro…

  • sudung simalango
    1 July, 2011, 18:19

    daging babi di masak apa pun enak bukan di panggang aja , di buat pelejat makanan lain pun enak kayak mie kuah dan yang lain , cobain deh

Leave a Comment