Agrowisata Perkebunan Teh Tambi
Dalam perjalanan menuju ke Yogyakarta, kami mencoba melewati Agrowisata Perkebunan Teh Tambi yang terletak di lereng Gunung Sindoro. Setelah melalui medan jalan yang cukup berat saat menuju Kawah Candradimuka, perjalanan kali ini mengharuskan kami melalui jalan yang cukup sempit dan menanjak sehingga kami ekstra hati-hati dalam mengendarai sepeda motor kami.
Agrowisata Perkebunan Teh Tambi terletak kurang lebih 16 km arah utara kota Wonosobo. Tempat wisata ini dilengkapi dengan kamar-kamar penginapan yang bagus dan komplit. Akan ada pemandu yang membawa berkeliling perkebunan teh, melihat karyawan pemetik teh sedang bekerja dan ke dalam pabrik teh melihat prosesing teh sejak dari daun sampai siap saji.
Akhirnya kami memasuki gerbang Agrowisata Perkebunan Teh Tambi, hawa terasa cukup sejuk dan terlihat hamparan luas perkebunan teh yang cukup indah bila dipandang. Tidak kalah dengan keindahan perkebunan teh milik PTPN yang berlokasi di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat.
Dulunya (1885) perkebunan ini merupakan milik Belanda dengan nama Bagelen Thee & Kina Maatschappij yang dikelola oleh NV John Peet berkantor di Jakarta. Setelah Indonesia merdeka, diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya setelah Konferensi Meja Bundar kembali diserahkan kepada pemilik semula. Tahun 1954 perkebunan dijual kepada NV Eks PPN (Pegawai Perkebunan Negara) Sindoro Sumbing. Tahun 1954 NV Eks PPN Sindoro Sumbing bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Wonosobo mendirikan sebuah perusahaan baru bernama NV Tambi dan yang sekarang telah berganti nama menjadi PT Tambi.
Karena tidak berniat mendaftar paket wisata yang lumayan mahal, kami pun hanya sekedar mengelilingi jalan di perkebunan dengan menggunakan sepeda motor kami . Area perkebunan cukup luas dengan luas lahan 829,14 ha terdiri atas 3 unit perkebunan yaitu Unit Tambi, Unit Bedakah dan Unit Tanjungsari. Jalan yang membelah Perkebunan Tambi ini merupakan jalan umum yang mengarah ke sebuah desa yang terdapat disebelah atas perkebunan.
Lokasi perkebunan terletak di lereng sebelah barat Gunung Sindoro dan Sumbing di bagian tengah Jawa Tengah. Ketinggian 800 – 2.000 meter di atas permukaan laut dengan tingkat curah hujan 2.500 – 3.500 mm per tahun.
Sesekali kami berhenti di pinggiran perkebunan sekedar menikmati pemandangan dan mengambil beberapa foto. Setelah cukup puas berkeliling, kami pun meneruskan perjalanan pulang menuju Yogyakarta.
Incoming search terms for the article:
- tambi wonosobo teh tambi wonosobo teh tambi perkebunan teh tambi perkebunan teh tambi wonosobo pt teh tambi kebun teh tambi agrowisata di yogyakarta pabrik teh tambi obyek wisata tambi wonosobo teh wonosobo perkebunan teh wonosobo perusahaan teh tembi wonosobo profil PT TEH TAMBI tambi teh pt teh tambi agrowisata pt teh tambi wonosobo sekolah muhammadiyah dieng SEJARAH KEBUN TEH sejarah kebun teh puncak bogor sejarah pt teh tambi pengertian kebun teh agrowisata kebun teh agrowisata tambi wonosobo artikel perkebunan teh ptpn ciater bagelen thee cerita pabrik teh jalan menuju desa wisata tembi wonosobo dari jogja kebun teh di jogja kebun teh di yogyakarta kebun teh jogja kebun teh temanggung kebun teh tembi kebun teh wonosobo mitos tentang telaga bedakah paket liburan ke tambi pemandangan perkebunan wisata perkebunan teh tambi




25 Comments on “Agrowisata Perkebunan Teh Tambi”
Wah… Suejuk tenan rek… Pagi-pagi ngeTEH sambil makan pisang goreng. Wah… betapa nikmatnya hidup ini
hampir semua kebun teh, selalu ditanami pohon kina di tengah-tengahnya.. :)
Wah asyik ya berkunjung ke tempat seperti ini. enakan lagi kalau pas pagi-setelah itu nyampe rumah di bikini teh sambil ngobrol sama orang-orang wah jadi sreggg dehhh.
Paling enak memang jalan-jalan di tempat yg udaranya segar, sekali2 memanjakan paru-paru …
:)
Tp apa tidak ditegor naik motor di dekat kebon teh mas? Takutnya merusak gt…
Waduh…jadi inget. Pernah ke Kebun Teh di Lawang Jatim. Lagi asik becanda ma temen-2, eh..dompet jatuh.
Uangnya sih gak ada, tapi KTP, SIM, STNK jadi raib eh
Coba kapan-2 kesana bang…
Jangan lupa Pake Teh “Wasgitel”….
Wangi, sepet, legi, kentel….Jelllll…..
Pimen Kang kabare…?
annosmile Reply:
April 2nd, 2009 at 9:57 am
Kabarku baek bro
jalan terusssssssssssss….. :P
annosmile Reply:
April 2nd, 2009 at 9:56 am
mau ikut touring nggak fic
Itu dapet Teh Gratis Ga Bro :D
Kalau iya kan Lumayan :D ckckckck ..
Banyak yah perkebunan bekas peninggalan belanda yang sekarang dijadikan agrowisata…kalo gak salah di Batu – Malang juga kan?
annosmile Reply:
April 5th, 2009 at 10:24 am
iya bro :)
Emang kalau kita sering menikmati keindahan alam….semakin mengingatkan kita juga betapa agung karya-karya-Nya…
Saya paling suka ke daerah daerah yang seperti ini, hawanya begitu sejuk
tea-walk………….hhmmm……suejjuk…suejjuk…kyk di kebun teh singosari lengkap dgn tmpt pengolahan tehnya :)
satu kali naek lewat situ; turun di bagian utara temanggung bablas ke kendal
ora enak teh e..
Salam damai………
Emang bener tuh di tambi……sueger bener udara, apalagi sambil ngeteh, wuaduh uenak tenaaaaaan. jadi pengen lagi dah kesana, ketagihan dengan hawa sejuknya. Beda jaoh ma di jogja…puanaaas
hallllllllllo
eh ea kvand ea aaaaaaaaaaaaaaq k tambi coz q p9en bggggggt k tambi
tammbi iiiz the best
pokoke enak banget yen biso jalan-jalan ning tambi
wuihhhhhhhhhhhhh….
keren bok
udaranya segerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
enakya ngeteh…..
pengen lagi kesana
Lha aku wingi lewat kono udan terus jee…. ora weruh opo2
i like tambi, tempat ni dkt sm rumah nenek q gt hehe